April 13, 2014

Yuk Berkesenian dan Berkebudayaan!

Menurut kalian memiliki seni itu penting ga sih?
Menurut saya sih penting banget! Kalo kalian ga punya seni, hidup kalian ya gitu-gitu aja datar. Ngerjain tugas aja ada seninya. Iya ga sih? Kalo saya sih iya, apa apa dibuat seni. Contoh kadang saya suka pindah-pindah tempat, posisi, atau membangun moody dengan hal-hal aneh, asal kalian tau itu juga seni, seni kreativitas. Contoh lain kalo mau ngerjain diagram statisitik nih, kalian ga akan memilih semua diagram kan terserah mau diagram tabel, batang, lingkaran, atau yang lainnya. Nah itu kan tergantung kreativitas masing-masing, berkesenian juga kan. Bisa dibilang kesenian itu ada di hampir semua kegiatan.

Selain itu masih banyak lagi manfaat berkesenian atau berkebudayaan, salah satunya dalam mencari kerja atau untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Saya pernah dengar cerita, ada salah satu kakak tingkat yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan hanya di tes menari, takjubnya lagi dia tidak terlalu bisa berbicara bahasa inggris.

Pada umumnya seni itu ujaran indah, halus, dan luwes. Nah pas zaman dewa (Yunani), seni itu sebagai persembahan kepada Tuhan. Sedangkan budaya menurut Kuntjoroningrat (pakar budaya) budaya berasal dari bahasa sansekerta 'budhayah', dimana budaya itu sendiri meliputi sistem religi, organisasi, pengetahuan, bahasa, kesenian, mata pencaharian, teknologi, dan peralatan.

Bicara tentang seni tentu jika dikaitkan dengan Indonesia sangat kaya, dimana setiap pulau, kota atau bahkan daerah memiliki seni budayanya masing-masing. Namun pada akhir-akhir ini budaya barat selalu lebih dominan disukai masyarakat khususnya buat anak muda. Saya heran kenapa bisa ya budaya barat mengalahkan seni daerah kita sendiri dari anak muda sekarang. Yap saya tau memang seni budaya barat itu bisa dikatakan lebih modern atau lebih asik, tapi ya Indonesia kan tempat tinggal kita sendiri, asal mula kita, tempat kelahiran kita, masa aja kita ga bisa mempelajari budaya sendiri, minimal tau lah. Selain itu mayoritas anak muda lebih asik sama gadget atau mainannya sendiri.

Kalo misalnya masyarakat yang tinggal di desa-desa masih mending budayanya tetap dilestarikan, namun bagaimana dengan yang dikota? Musnah kah? Hilang kah? Tak dianggap kah? Atau diambil negara sebelah?

Coba deh kalo diambil negara lain baru aja masyarakat Indonesia marah, tapi sebelum-sebelumnya ga pernah melestarikannya. Sungguh aneh.. tapi nyata..

Oh iya kalian yang ngaku orang Indonesia asli, bisa ga sebutkan 5 tokoh seni daerahnya masing-masing dengan bidangnya. Atau ga sebutkan nama-nama kesenian daerahnya sendiri deh. Kalo bisa ya syukur berarti kalian memang memperhatikan lingkungan budayanya sendiri.

Asal kalian tau seni itu bisa membuat kita kaya, terkenal, dihormati, dan lain-lain. Contohnya seorang pelukis atau seniman lain yang membuat karyanya bisa menghasilkan uang berjuta-juta, atau dengan keluarga keraton yang sangat dihormati.

Nah ada kutipan yang emang bener banget nih,
"Prestasi yang bisa ke luar negeri tuh, kalo ga olahraga ya seni."
-Pak Ade-

Kebetulan dari dulu sampai sekarang saya seneng banget sama yang namanya seni, entah itu seni rupa, seni musik, dan lain-lain. Nah buat mengembangkan bakat dan keinginan saya ini, saya selalu berusaha ikut organisasi, atau komunitas di bidang seni. Selain mengembangkan bakat, belajar berorganisasi, dapat juga untuk memperbanyak teman. Dalam hal musik daerah saya selalu mencoba untuk belajar kesenian dari daerah sendiri, yaitu sunda dilanjutkan dengan kesenian daerah lainnya. Sebenarnya alat-alat kesenian seperti di Sunda, Jawa, dan Bali hampir sama loh.


Kemudian yang sangat disayangkan maestro-maestro seni sedikit demi sedikit udah ga ada, khususnya seni sunda. Yang masih buat bingung kenapa sih sampai sekarang masih belum ada anak muda yang turun tangan ngehadepin kesenian daerah. Beda banget sama orang luar Indonesia, mereka seneng banget sama yang namanya kesenian Indonesia yang kaya banget ga ada habisnya. Mereka bela-belain belajar dengan datang langsung ke Indonesia, atau ya orang Indonesianya sendiri yang dikirim sebagai pengajar. Bahkan ada kan beberapa orang seni Indonesia yang memiliki sanggar disana.

Tau Pak Ridwan Kamil, Walikota Bandung? Nah saya sangat seneng dan suka banget sama program kerjanya. Salah satunya ada namanya #ReboNyunda, dimana setiap hari Rabu kita harus berbicara menggunakan bahasa Sunda, serta masyarakat semua dihimbau untuk memakai kebaya bagi perempuan serta baju pangsi dan ikat kepala batik untuk laki-laki. Di salah satu unit kegiatan mahasiswa di kampus juga ada program bahasa tiap hari rabu ini yang disebut 'SAMBAS' yaitu Sapoé Maké Basa Sunda (sehari menggunakan bahasa sunda).

Sebenernya hal ini juga ada di dalam tugas dan kewajiban negara loh, yaitu;
"Negara memajukan kebudayaan manusia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat, dengan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. 
Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan kebudayaan nasional."

Balik lagi ke maestro, pada saat itu ada berita salah satu maestro meninggal, diperjalanan saya sempat mendengar percakapan antara penjual koran dan penumpang, dimana ada kutipan yang saya ambil dan memang setuju juga kesal;
"Ah di dieu mah loba gengsi budak ngora téh!"
 yang artinya..
"Ah kalo disini tuh anak muda kebanyakan gengsi!"
-Penjual Koran-

Menurut pandangan kalian bener ga sih kutipan diatas, anak muda tuh emang kebanyakan gengsi?
Yang membuat saya kesal kan ga semua anak muda kaya gitu, tapi menurut penjual koran tersebut maksudnya mayoritas.

Nah mendingan sekarang buang deh gengsi kita semua, mari lakukan hal-hal yang positif serta pelajari, kembangkan, lestarikan dan hargai budaya kita sendiri. Satu lagi jangan cuma ngomong doang ya! Hihi
Share:

8 comments:

  1. Yang saya khawatirkan (apa memang saya ini terlalu khawatir ya?), dewasa ini seni dan kebudayaan asli Indonesia seakan tergusur oleh invasi kebudayaan negara luar. Macamnya budaya barat dan timur yang datang mendompleng gaya hidup hedonisme atau macamnya budaya timur-tengah yang bertabir dakwah agama.

    Yang sudah terinvasi budaya barat atau timur bakal menganggap budaya Indonesia tidak menarik dan kuno. Sedangkan yang sudah terinvasi budaya timur-tengah menganggap budaya Indonesia "terlarang" karena tidak sesuai dengan ajaran agama.

    Yang pasti, dari dulu sampai sekarang, bangsa Indonesia itu mudah disusupi pengaruh asing. Budaya yang ada saat ini kan dipengaruhi Hindu-Buddha dari India. Jadi itu menurut saya, alasan kenapa seni dan budaya kita sukar berkembang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sekali argumennya, sangat bermanfaat :)

      Delete
  2. Gue lumayan suka budaya sih, walaupun orangnya ngga nyeni. Huehehe. Tapi kayaknya seru juga kalo jadi seniman. \:D/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jujur amet mas haha. Bagus deh kalo suka. Mending dicoba aja deh dikit-dikit jadi seorang seniman, ga ada kata terlambat kok.

      Delete
  3. wuiih keluarga gue rata - rata seniman khususnya mama gue penari daerah:p
    gue sih waktu kecil suka banget nari tapi pas udah gede seni itu hilang dgn sendirinya-_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Widih penari daerah apatuh? Boleh dong di sharing kesini;;)
      Bukan hilang tapi sudah tidak dimanfaatkan dan tidak dikembangkan lebih jauh lagi. Coba gali lagi deh.

      Delete
  4. Jujur, untuk masalah seni, gue gak ada bakat.. Coba suruh gue bikin kaya seni, pasti gue lama mikirnya timbang kerjanya hehe..

    salam kenal,
    OBI (http://belajar-berkata.blogspot.com)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk membuat seni itu bukan dipikirkan tapi dirasakan. Haha.
      Salam kenal juga :)

      Delete

Hai! Salam kenal!
Terima kasih sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca. Ayo berkomentar juga! Komentar pembaca dapat sangat membantu saya menjadi lebih baik.