August 25, 2014

Perjalanan Seharian ala Napak Tilas

Sebenarnya ini bukan perjalanan yang kalian kira, kaya ke tempat-tempat high class atau sebagainya, ini hanya fiktif belaka jalan-jalan biasa yang sebenarnya bisa aja kalian ikutin kalo kalian ingin mengenal kota Bandung secara sederhana.

Minggu (24/08/2014) kemarin kebetulan saya ikut kegiatan ekskul seni di sekolah sebagai alumni. Sebenarnya perjalanan ini memang selalu diadakan setiap tahunnya untuk memperkenalkan sejarah dan budaya kota bandung kepada anggota baru. Biasanya kami menyebutnya 'Napak Tilas' yang artinya 'menapaki atau menyusuri kembali jalan yang pernah ditempuh seseorang', dimana seluruh peserta berjalan dari tempat satu ke tempat yang lain dengan mengucapkan salam ke setiap orang ala budaya sunda "Sampurasun!" dan dibalas dengan "Rampés!". Selain itu para peserta menggunakan pakaian hitam dengan disertai motif batik khas Indonesia.

Perjalanan ini kami awali dari Museum Sri Baduga dimana terdapat benda-benda bersejarah di dalamnya. Namun, adapula pakaian adat pengantin, replika berbagai profesi sejak dahulu, dan lainnya.


Keadaan di dalam Museum Sri Baduga
Replika Gua di dalam Museum
Replika Profesi Pandai Besi
Setelah selesai kami melanjutkan ke tempat lainnya satu persatu, seperti ke tugu Bandung Lautan Api, Pendopo Alun-Alun, Museum Konferensi Asia-Afrika (Gedung Merdeka), Balai Kota, dan tentunya Gedung Sate (icon-nya kota Bandung).


Seperti yang kita tahu, peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, pada tanggal 23 Maret 1946. Dalam peristiwa ini, penduduk Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Salah satu menara kembar Masjid Raya Bandung
Selain itu, kami sempat beristirahat sebentar di Masjid Raya Bandung atau yang dulu biasa dikenal Masjid Agung. 



Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju Museum Konferensi Asia-Afrika. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, Konferensi Asia-Afrika ini dibentuk dengan tujuan membantu negara-negara untuk merdeka. Konferensi ini diikuti oleh 29 negara, diantaranya; Indonesia, Jepang, Arab Saudi, Thailand, Afghanistan, Burma, Republik Rakyat Cina, Kamboja, Laos, India, Filipina, Liberia, Pakistan, Mesir, Sudan, Ethiopia, Irak, Iran, Libanon, Ghana, Nepal, Syiria, Srilanka, Turki, Vietnam Utara, Vietnam Selatan, Kerajaan Mutawakkilīyah Yaman, dan Yordania.



Museum ini telah mendapatkan penghargaan dari perhelatan akbar Malam Anugerah Purwakalagrha ke-3 yang digelar di acara talkshow Kick Andy Show, Metro TV (25/06/2014) sebagai Museum Bersahabat.

Penghargaan ini dan tiga kategori lainnya (Museum Cantik, Museum Pintar, dan Museum Menyenangkan) diperebutkan oleh sebelas museum nominasi asal Provinsi DKI, Banten dan Jawa Barat.

Ir. Soekarno
Selain tempat ini, masih banyak tempat lainnya yang memiliki cerita, kisah, dan keindahannya yang belum sempat saya ceritakan. Mungkin dilain waktu saya akan berbagi kembali dan akan melanjutkan perjalanan ke tempat lainnya.

Yuk ke Bandung!:)
Share:

4 comments:

  1. Museum Sri Baduga itu kalau naik angkot jalur berapa ya mbak? Misalnya nih saya dari stasiun Bandung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naik yg jalur ke tegalega atau warna ungu. Museumnya ada di depan tegalega.

      Delete
  2. Oke, trim infonya mbak. Saya taunya cuma angkot ke Cisitu, hehehe.

    ReplyDelete

Hai! Salam kenal!
Terima kasih sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca. Ayo berkomentar juga! Komentar pembaca dapat sangat membantu saya menjadi lebih baik.