January 27, 2015

Cerita Magang di Bogor (Part 1)

Disaat liburan akan selesai saya baru membuat postingan. Apalagi ini merupakan postingan pertama di tahun 2015 woo! Aduh entah kenapa diliburan kali ini kalo mau posting selalu ada aja yang menghalangi. Salah satunya kegiatan 2 minggu kemarin. Nah jadi sekitar tanggal 4 saya meluncur ke Bogor dengan tujuan magang, atau suatu kegiatan pembelajaran di lapangan seperti dunia kerja dengan mengaplikasikan ilmu secara teori di lapangan.

Biasanya magang ini diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir. Namun saya mendapatkan kesempatan ini karena mengikuti suatu organisasi (UKM) di kampus. Dengan kata lain, orang-orang yang tidak ikut organisasi, tidak memiliki kesempatan ini dan menurut saya sangat sayang sekali.

Jika dilihat dari mahasiswa tingkat awal, ini merupakan proses pelatihan untuk nanti KKN (Kuliah Kerja Lapangan) dan PKL (Praktek Kerja Lapangan). Meskipun tidak ini merupakan kegiatan mengisi liburan, menambah pengalaman, teman, atau yang pasti ilmu. Pokoknya banyak positifnya deh~

Tempatnya sendiri dipilih langsung oleh kakak tingkat entah bagaimana pemilihan kategorinya, dan saya berkesempatan magang di Balai Penelitian Ternak (Balitnak).

Disana kami cuma berenam dan melakukan apapun sendiri. Kami ditempatkan di kelompok ruminansia. Oh iya bagi yg bukan orang ternak, fyi ruminansia itu hewan memamah biak seperti sapi, domba dan kambing. Namun berhubung ukm kami bergelut dengan bidang pemerahan, kami ditempatkan di sapi perah, dan kambing perah.


Bicara tentang pemerahan, ya selain menjadi peternak yang benar dan baik pasti setiap pagi selalu minum susu dari ternaknya. Hal ini pula yang membuat peternak sehat. Jika dilihat dari harga, susu kambing lebih mahal dibandingkan dengan sapi. Karena kandungan nutrisi susu kambing pun lebih baik dibandingkan sapi, dan masih sebagian orang yang berusaha membudidayakan atau melakukan penelitian terhadap kambing perah ini.

Bisa dibilang kami dikandang sangat betah, ya sebagai anak kandang dan sekaligus penyayang hewan. Hal ini terlihat dari pulang yg tidak tepat waktu saat jam kerja sabtu-minggu yang seharusnya setengah hari. Oh iya jika bekerja langsung di lapangan sabtu-minggu tetap masuk dan tidak adanya libur kecuali orang-orang kantor.

Sebenarnya kami salah memilih waktu magang disana, hal ini karena waktu penelitian dimulai saat bulan Februari. Namun hal ini tidak membuat kami terlalu kecewa, pasalnya kami pun mendapatkan ilmu yang memang kami butuhkan. Salah satunya palpasi rectal. Buat kalian yang suka nonton National Geographic Channel pasti pernah melihatnya.

Palpasi Rectal ini merupakan kegiatan untuk melaksanakan perkawinan buatan (inseminasi buatan/IB) pada ternak. Dengan palpasi kami diharapkan mencari organ cervix pada ternak yg merupakan organ yg sangat vital dalam IB. Bayangkan bagaimana tangan kalian masuk ke dalam anus sapi dan bagaimana hangatnya disana hehe.


Selain itu palpasi tersebut digunakan untuk mengecek kebuntingan setelah 2 bulan. Hal ini pun kami coba namun dengan usia kebuntingan 8 bulan, karena untuk menghindari abortus (keguguran). Kalimat yg saya ingat saat kegiatan tersebut adalah dalam melakukan palpasi perlunya berimajinasi yang mana membayangkan bentuk-bentuk organ di dalam serta fetus (embrio) anak di dalam sana.

Sebenarnya masih ada kegiatan yang menarik lainnya, mungkin akan saya posting diwaktu yang lain.

*NB:
Btw terima kasih kepada para pembaca yang selalu setia membaca tulisan saya yang bisa dikatakan masih jauh dari kesempurnaan dan masih perlu belajar. Serta maaf jika terkadang saya sudah tidak konsisten mempostingkan tulisan sesuai jadwal sebelumnya (sabtu 06.00 & rabu 19.00). Have a nice day!:)
Share:

6 comments:

  1. Wah harusnya kemaren sekalian main ke bogor. Ini yang mau ngarah ke puncak itu kan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Oh iya bang adi kan anak bogor ya?
      Niat awalnya juga emang mau main bareng-bareng sih pas ada waktu luang, tapi taunya keburu cape duluan jadi ga sempet, sekaligus males hehe.

      Delete
  2. Ya, Tuhan. Palpasi Rectal... gue gabisa ngebayangin tangan dimasukkin kesitu. Bukannya sok jijik, tapi emang dasarnya gue sensitif banget soal begituan. Apalagi itu... aduh, jangan heran kalo gue seketika terlihat pria yang lemah tak berdaya karena insiden hoek hoek. Hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha bisa ajanih ngelesnya. Ngerti kok ngerti=))

      Delete
  3. hi.... itu pak aqdi ya ??

    salam kenala
    wahyu sejati
    UNS-Surakarta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai! Yap, I miss him btw haha.
      Salam kenal juga! :D

      Delete

Hai! Terima kasih sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca. Ayo berkomentar juga, jangan jadi silent readers ya! Ga punya akun untuk komentar? Pilih/pakai anonymous aja! Komentar pembaca dapat sangat membantu saya menjadi lebih baik.