March 12, 2017

1 Day, 3 Beaches, 4 Places

Yaaay! Finally i can go to somewhere, besides home and campus!

By the way, manfaat berlibur sangat besar bagi kehidupan kita terutama untuk kesehatan baik fisik maupun mental manusia, seperti mendorong manusia menjadi lebih kreatif, inovatif, meningkatkan daya juang, memberikan semangat bahkan motivasi. Selain itu, bisa meningkatkan kesehatan fisik karena terdorong untuk bergerak dan beraktivitas akibat perasaan senang atau excited.

Berkaitan dengan hal tersebut, berawal dari perasaan agak jenuh dengan aktivitas biasanya sebagai mahasiswa tingkat akhir *ehm muncul rencana untuk sejenak berlibur dengan teman. So, dengan adanya motivasi untuk segera menyelesaikan studi dan untuk meningkatkan semangat serta daya juang akhirnya kami merencanakan pergi ke suatu tempat untuk sementara, dan pilihan jatuh pada pantai! Yes beach beach beach!

Lokasi pantai yang dipilih adalah dengan jarak terdekat dan tentunya dengan biaya yang minim. So, kami memilih pantai Pangandaran! Disamping pilihan itupun memang ada salah satu teman yang sudah sering kesana berhubung jarak lokasi pantai dengan rumahnya cukup dekat, daaan pergilah kami bertujuh.

Perjalanan dimulai sore hari dari Jatinangor dengan menggunakan kendaraan pribadi dan sampai sekitar jam 10 malam tiba di rumah teman di Ciamis. Besoknya berencana untuk melanjutkan perjalanan dengan diawali melihat sunrise di Batu Hiu. Tapi... rencana itu gagal karena kesiangan, yas rencana pergi jam 2 pagi jadi jam 5 karena kami semua terlalu lelah (perjalanan kurang lebih harus menempuh sekitar 4 jam). Meskipun demikian kami sempat melihat sunrise di perjalanan menuju destinasi selanjutnya. So, Batu Hiu tidak jadi di kunjungi.

Oke, selanjutnya saya akan review semua tempat wisata yang dikunjungi dari sudut pandang seadanya dan rasa so tau.

Green Canyon


"Belum ke Pangandaran kalo belum ke Green Canyon" begitulah kutipan yang tertera di sana. Berbagai paket wisata yang bisa dipilih, untuk lebih lengkapnya bisa kunjungi disini. Dari banyaknya paket yang ada kami memilih paket perahu dengan biaya Rp 200.000/perahu (5 orang sekitar 45 menit, extra time + Rp 100.000) itu pun belum termasuk ke tempat inti Green Canyon. Namun, jika kalian memang ingin lebih menikmati suasana disana, lebih baik memilih paket dengan body rafting untuk mencapai ke Green Canyon. Berhubung kami tidak ada persiapan sama sekali dan berencana melanjutkan ke destinasi selanjutnya jadi tidak memilih body rafting.

Catatan:
Lebih hati-hati di tempat parkir, karena saat sampai akan segera diserbu orang-orang yang menawarkan paket di Green Canyon dengan harga yang cukup tinggi. Selain itu, saat diperjalanan menuju destinasi selanjutnya kami baru menyadari salah satu ban mobil kami tiba-tiba kempes dan berlubang cukup besar. Kami sempat "mengira" pelakunya orang-orang yang sebelumnya menawari berbagai paket bahkan mereka tidak segan memberikan sindiran, meskipun kenyataannya memang tidak tau kejadian aslinya. Yap! Kami sangat kecewa, tapi perjalanan harus terus berlajut. Yosh!


Pantai Madasari


Tempat ini merupakan tempat yang paling di rekomendasi kan, meskipun jaraknya lumayan jauh dari Pantai Pangandaran tapi worth it. Pasalnya masih belum banyak orang yang tau. Pemandangannya sendiri sedikit mirip dengan Tanah Lot di Bali, dimana adanya beberapa batu karang yang ada. Selain itu, kondisinya masih sangat bersih dan sepi serta dekat dengan kamar mandi dan tempat beribadah (masjid), sehingga kalian akan lebih puas untuk bersantai dan bermain di sini hingga malas untuk beranjak dari sana. Mungkin tempat ini pun masih dikelola oleh warga setempat dan belum ada campur tangan pemerintah. Dikatakan pula pantai ini merupakan surga Pangandaran yang tersembunyi. Sebenarnya Pantai Madasari sendiri tidak hanya satu, jadi ada beberapa pantai madasari lainnya, tapi kami tidak sempat menemukannya. Biaya masuk sendiri sebesar Rp 20.000/mobil.

Pantai Batu Karas
A post shared by Hanna Ridha Utami (@hannardh) on
Perjalanan hingga Batu Karas sendiri sebenarnya sama sekali tidak direncanakan. Awalnya kami ingin mencari Pantai Madasari yang lain namun pada akhirnya tiba di Batu Karas. Perjalanan yang dilewati pun harus hati-hati karena kondisi jalan yang baru dibuat dengan banyaknya tanjakan dan turunan yang cukup curam dengan batu-batu, dimana ternyata itu merupakan jalur evakuasi hingga Batu Karas sehingga biaya masuk jadi gratis hehe. Singkatnya itu lewat jalan alternatif dan berbahaya, alangkah baiknya lewat jalan biasa yaa.

Pantai Batu Karas sendiri lebih banyak digunakan untuk berselancar (surfing) karena merupakan pantai yang cukup tenang. Kondisinya pun tidak cukup ramai dan terdapat pula area bermain. Selain itu, cukup ramai dikunjungi wisatawan dari mancanegara, bahkan ada yang menyebutnya sebagai miniatur wisata Bali.

Pantai Pangandaran


Ini dia destinasi inti dalam perjalanan ini. Pantai ini memang tempat yang paling terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Sehingga banyak pula tempat berbelanja atau bermain disana. Sampai disana saat sore hari, sehingga sempat melihat sunset. Namun, saat tiba disana kondisi sunset tidak terlalu bagus, entah memang bukan tempat yang cocok untuk melihatnya karena dari pantai Timur entah memang sedikit tertutup awan. Oh iya, sekali lagi kami tidak membayar biaya masuk karena salah satu teman memiliki orang yang ia kenal disana, cheers!

Tibalah malam hari, kami hendak bermalam di pinggir pantai dengan membangun tenda. Namun, hal itu gagal karena tidak lama kemudian hujan turun cukup deras dan akhirnya beristirahat di penginapan dengan mengeluarkan biaya sebesar Rp 350.000 untuk 2 kamar (AC, Televisi, Kamar Mandi dalam). Keesokan harinya sebelum pulang kami berniat untuk melihat keindahan sunrise, karena belum merasa puas dengan pemandangan sunset yang diperoleh. Kondisi sunrise yang ada pun sangat indah dengan melihat dari pantai timur, meskipun pergi agak siang sekitar jam 5.30. Selain itu, kami menunggu para nelayan untuk menarik jaring yang telah disimpan sebelumnya. Namun, hasil yang didapat mengecewakan karena hanya sedikit ikan yang diperoleh dengan banyaknya sampah yang terambil.




Dari peristiwa tersebut, ada pesan yang ingin saya sampaikan. Kemana pun kalian pergi jangan pernah mengotori atau merusak tempat wisata tersebut atau dimana pun kalian berada. Karena selanjutnya hal ini akan terus berdampak buruk pada tempat tersebut.

Oh iya, kami tidak sempat pergi ke pasir putih di pantai Pangandaran (cagar alam) karena kondisi waktu yang ada juga. Memang cukup banyak yang gagal terlaksana, karena memang rencana perjalanan yang dadakan. Selain itu, kami lebih betah di kamar dengan kondisi yang sejuk dibandingkan keluar di siang hari dengan cuaca yang sangat panas. Jadi, alangkah lebih baiknya jangan nanggung buat liburan. Untuk selengkapnya, bisa coba lihat sedikit cuplikan videonya.



Nah, kami juga berencana akan pergi ke tempat lain yang lebih jauh. So, tunggu cerita kami selanjutnya yaa. Semoga terlaksana dan do'akan juga semoga masa studi kami beserta urusan lainnya cepat selesai haha. Bye!

***
Share:

3 comments:

  1. Seruuu. Apalagi dibayarin gitu. Huehehe. \:p/
    Eh itu yang nyindir gimana deh? Kok horor amat gitu ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apasih yg ga mau dibayarin haha
      ya nyindir kita udah balik lagi dll lah, kecewa sih.
      Harus segera ditangani kalo engga bisa menurunkan tempat tersebut menurut saya.

      Delete
    2. Duh... kalo gue itu pasti langsung badmood. Terus ngajak berantem abang2nya... dari jauh. Timpuk pake batu. Terus lari. hehehehe.

      Delete

Hai! Salam kenal!
Terima kasih sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca. Ayo berkomentar juga! Komentar pembaca dapat sangat membantu saya menjadi lebih baik.