July 27, 2015

Terakhir

Hari ini aku merasa tidak baik, ada yang aneh dengan perasaan ku. Perasaan yang tidak jelas rupanya. Saat itu aku berada di suatu tempat yang damai. Tempat dimana jauh dari rasa pahitnya kehidupan. Ku lihat sekitar, rumput-rumput seakan bergoyang diterpa angin tanda senang melihatku. Burung-burung bernyanyi menyambutku. Daun-daun berguguran pelan-pelan menyentuh kulitku, serta hangatnya sinar matahari yang aku rasakan dalam benakku.

Hah, rasanya aku melihat seseorang tersenyum kepada ku.
Aku berusaha melihatnya dengan jelas.

"Hai!" sapaku. Ia tak menjawab.

Aku pun mulai mendekatinya secara perlahan. Tapi tiba-tiba ia menghilang. Apa yang salah dengan mataku? Seingatku, rasanya baru kemarin aku bertemu dokter, dan keadaan mataku sudah baik-baik saja. Apa memang itu hanya ilusi?

Tiba-tiba aku melihatnya lagi. Aku mencoba untuk lebih cepat mendekatinya. Lagi-lagi sosok itu menghilang begitu saja didepanku, seakan hanya kabut yang terlintas di mataku. Ah rasanya aku sudah lelah untuk mencari tau. Akhirnya aku pun hanya ingin duduk di bawah pohon sekedar untuk beristirahat sejenak, mencoba melupakan segala masalah yang telah terjadi padaku hari ini. Anehnya semakin ingin melupakannya, semakin jelas ingatanku.

Tapi saat itu, tiba-tiba keadaan menjadi dingin. Aku kaget ketika melihat seseorang didepanku. Seseorang yang selama ini aku sayangi. Aku sadar, dari bentuk tubuhnya, ia yang tadi memberikanku senyuman. Ia yang tadi tiba-tiba menghilang begitu saja.

sumber
Telah lama aku mengenalnya, tapi ada yang berbeda dengannya hari ini. Ia hanya tersenyum tanpa membuka mulut sedikit pun. Ada apa dengannya? Sifat ceria yang dimilikinya mendadak hilang begitu saja. Aku pun merasa sulit berbicara. Kita hanya saling menatap satu sama lain. Mataku pun mengedip seperti biasanya, namun semuanya menjadi gelap. Aku tidak bisa melihat apapun, semuanya hitam. Tapi rasanya seperti ada yang merangkulku dan menuntunku berjalan.

Ketika aku mulai mengedipkan mataku kembali, aku hanya berada di tempat tidurku. Ternyata itu semua hanya mimpi. Tapi rasanya benar-benar nyata. Aku pun beranjak dari tempat tidurku, menjalankan kembali aktivitas sehari-hari.

Saat aku mencoba memasukkan santapan pagi, tiba-tiba ibuku menyentuh pundakku dan membuka mulutnya. Rasanya ada hal serius yang ingin ia sampaikan. Sekujur tubuhku pun tiba-tiba kaku mendengarnya. Air mataku tiba-tiba berjatuhan, menyapu wajahku yang sedikit-sedikit tiba di kulit tanganku.

Aku pun beranjak dari tempat duduk, dan langsung cepat menuju satu rumah yang sering aku kunjungi. Disana sudah banyak orang. Ternyata memang benar sejak malam tadi ada yang tidak beres dengan perasaanku ini. Aku salah telah menghiraukannya.

Ingatanku pun tiba-tiba jelas, mengingat masa-masa saat bersamanya. Saat tertawa bersama, bermain bersama, ataupun belajar bersama. Ia seperti guru bagiku, yang tak pernah lelah mengajarkanku semuanya.

Tiba-tiba telingaku mendengar suara yang tak asing, begitupun dengan panggilannya. "Han!-noman!" Aku cepat menengok, dia benar-benar sudah tidak ada. Ternyata dalam mimpi tadi malam, ia hanya ingin berpamitan dan mengucapkan selamat tinggal kepada ku.

Sekarang aku tidak bisa bertemu kembali dengannya. Rasanya baru kemarin aku melihatnya. Masih tersenyum di tempat tidurnya, meskipun aku tau ia ingin cepat pulang dan bermain bersama.

Aku tak sanggup. Tapi aku tidak bisa apa-apa lagi selain mendo'akan yang terbaik untuknya.
Aku tau Tuhan lebih menyayanginya.

Selamat jalan sahabatku! Tersenyumlah!

*****

Hai! Apa pendapatnya setelah membaca cerita tadi? Sebenarnya ini tulisan untuk menjawab tantangan tiga rasa-nya dari bang Adi. Saya tertarik karena ini bisa menjadi alat berlatih untuk para blogger lainnya. Saya suka idenya. Kalo kamu mau ikutan juga, boleh kok. Yuk!
Share:

12 comments:

  1. keren mba ceritanya, bikin terharu :')

    ReplyDelete
  2. Waah jleb banget ceritanya :) Ternyata dia udah tiada, seenggaknya dia udh berpamitan lewat mimpi.
    Keren tulisannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, masih dikasih kesempatan bertemu meskipun dalam mimpi. Btw makasih!

      Delete
  3. Wah keren nih! \:D/
    Gue masukin di postingan berikutnya ya. :)

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. Nyesek tapi bersyukur masih bisa ketemu, ya meski dalam mimpi.

      Delete
  5. ini cerita beneran?
    sedih parah ya. yg udah biasa main bareng'', suatu ketika terjadi hal ini. semoga sahabat lu d berikan tempat yang terbaik ya. amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin!
      Sebagian besar beneran sih, tapi sebagian kecil juga fiksi hehe.
      Btw, terima kasih do'anya ya! Saya sangat mengahargainya.

      Delete

Hai! Terima kasih sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca. Ayo berkomentar juga, jangan jadi silent readers ya! Ga punya akun untuk komentar? Pilih/pakai anonymous aja! Komentar pembaca dapat sangat membantu saya menjadi lebih baik.