December 9, 2017

Saving Animal with Animal Welfare - Review Buku

Saat ini, isu Animal Welfare (Kesejahteraan Hewan) masih menjadi persoalan penting di dunia, dimana merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan (dalam sudut pandang perilaku alami) yang perlu diterapkan dan ditegakkan untuk melindunginya dari manusia yang berperilaku buruk yang berniat memanfaatkannya (UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan).


Adapun langkah kecil yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki kesejahteraan hewan dengan mengacu kepada prinsip lima kebebasan (The Five Freedoms), yaitu:
1.   Freedom from Hunger and Thirst  -  (Bebas dari Rasa Lapar dan Haus)
2.   Freedom from Discomfort  -  (Bebas dari Rasa Tidak Nyaman/Senang)
3.   Freedom from Pain, Injury and Disease  -  (Bebas dari Rasa Sakit, Terluka dan Penyakit)
4.   Freedom to Behave Normally  -  (Bebas untuk Berperilaku Normal)
5.   Freedom from Fear and Distress  -  (Bebas dari Rasa Takut dan Stress)

Berat ya bahasannya. Tak apa lah sekali-kali (harusnya sering sih dalam konteks benarnya).

Sebenarnya memang belum banyak yang terlalu paham mengenai isu tersebut, khususnya Indonesia (di luar konteks sosial budaya sebagian masyarakat). Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan, sehingga diperlukan adanya penyuluhan. Konteks hewan disini diantaranya hewan buas, liar, domestik (ternak), bahkan peliharaan.

Di samping itu semua, beberapa hari sebelumnya saya mendapatkan kabar tidak menyenangkan mengenai matinya hewan yang sudah masuk dalam kategori langka, sehingga saya menjadi tergugah untuk membahas ini semua. Namun, bahasannya kali ini melalui ulasan (review) buku yang memang berkaitan dengan isu tersebut, dan hanya berfokus pada satu hewan saja, yaitu kuda.

Buku ini sendiri merupakan buku cetakan lama yang telah di publikasikan oleh banyak penerbit di berbagai negara. Judulnya yaitu Black Beauty karya dari Anna Sewell yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1878 dan merupakan buku pertama dan terakhirnya, karena 5 bulan setelah bukunya terbit ia tutup usia. Hal itu pula yang membuat buku ini menjadi buku sepanjang masa, dan telah diadaptasi ke serial televisi dan film.


Anna berhasil membentuk ceritanya dari sudut pandang seekor kuda, yang tentu tidak banyak penulis bisa mengemasnya menjadi luar biasa. Hal itu pula yang membuat saya tertarik untuk membacanya. Jujur, awalnya saya tidak terlalu tertarik dengan buku tersebut, namun setelah membacanya dengan seksama bab demi bab (terdapat 4 bagian), rasa itu hilang sudah dimana semakin dalam semakin berhasil membuat penasaran dan cemas akan nasib kuda-kuda tersebut, terutama Black Beauty. Pasalnya isi keseluruhan dari buku ini mengisahkan perjalanan hidup seekor kuda (memang terdengar klasik) dari satu tempat ke tempat lain dimana tidak semua nasib kuda berjalan mulus bahkan menyebabkan kehilangan nyawa.

Berkaitan dengan Animal Welfare, disini disajikan berbagai perlakuan manusia terhadap kuda, baik dari yang mengharukan hingga yang memalukan sekali pun. Bagi pembaca yang tidak terlalu memahami seluk beluk kuda tidak perlu khawatir. Buku ini memberikan banyak informasi yang disajikan dengan jelas, dimana mencakup informasi dari segi peralatan (crupper, breeching, bit), makanan, hingga perlakuan apa yang harus diberikan kepada kuda. Selain itu, banyak pesan moral bersifat universal dan tak lekang oleh waktu yang bisa kita ambil.

Ceritanya sendiri berlatar belakang di zaman Victoria atau sekitar tahun 1800-an di Inggris. Diawali dari kisah rumah pertama Darkie (nama sebelum Black Beauty) yang hidup bersama ibunya. Sebelum berkelana, ibunya menceritakan mengenai keluarganya yang merupakan keturunan dari kuda baik. Tak hanya itu, ia memberikan nasihat yang akan selalu diingat Darkie agar selalu menjadi kuda baik apapun keadaannya. Saat mencapai umur 4 tahun ia dijual kepada seorang Hakim ternama yang menyayanginya dan dari dialah ia mendapatkan nama Black Beauty, kuda hitam tampan, gagah dan menawan dengan ciri khas tanda bintang putih di dahinya (FYI, mirip seperti sapi Fries Holland, bedanya sapi bentuk segitiga putih). Disana pula ia mulai mendapatkan banyak teman-teman sejenisnya dengan latar belakangnya masing-masing.

Perjalanan Beauty masih panjang, memasuki cerita bagian ke-2 kehidupannya mulai berubah dan berliku-liku, layaknya manusia. Perpindahannya membuat ia bertemu dengan banyak orang, terutama mengenal betul perbedaan perlakuan masing-masing majikan terhadapnya, yang berlanjut menuju kisah pada bagian ke-4, dimana nasib akhir Black Beauty ditentukan.

Cerita yang paling mengejutkan bagi saya terdapat pada bagian 'Ginger yang Malang' (teman Black Beauty), dimana ia yang dikenal selalu membela diri, saat itu sudah menyerah dan tidak sanggup lagi bekerja untuk tuan barunya dan berharap untuk mati saja. Selang beberapa waktu yang tidak lama Ginger kembali, namun dalam keadaan sudah tak bernyawa. Kisahnya terlihat singkat namun maknanya sangat mendalam.
"Memang pernah aku membela diri, tapi sia-sia saja. Manusia lebih kuat, dan jika mereka kejam dan tak berperasaan, tak ada yang bisa kita lakukan selain menanggungnya, menanggungnya terus hingga akhir. Aku ingin akhirnya segera tiba, aku ingin mati. Aku pernah melihat kuda-kuda yang sudah mati, dan aku yakin mereka tidak menderita kesakitan. Aku ingin bisa jatuh dan mati saat bekerja, dan tidak dikirim ke tukang jagal." - Ginger (hal 261, Black Beauty, Sewell A., Gagas Media)

Hal ini pula yang mengingatkan saya akan kecelakaan yang pernah saya alami, yaitu saat menaiki delman. Belum jauh berjalan tiba-tiba kudanya jatuh tergeletak tanpa mau bangkit kembali. Saat itu keadaannya di jalanan komplek perumahan sehingga tidak terlalu ramai seperti di jalan raya. Tak henti-hentinya kusir melemparkan tali kepadanya dan berusaha membangunkannya, tapi hasilnya nihil. Sejenak kuda tersebut dibiarkan dan kemudian ada yang membantu untuk melepaskan keretanya, saat itu pun kuda tersebut mau bangkit kembali. Hal tersebut membuat saya menjadi lebih waspada. Tidak sampai disitu, sesaat saya hampir sampai tujuan dengan berjalan kaki, kereta delman tersebut masih nekat untuk berjalan melanjutkan usahanya 😱

Meskipun saya tidak terlalu paham mengenai dunia kuda (karena saya tidak sempat mengambil mata kuliah kuda dan unit kegiatan mahasiswanya), tapi saya tau betul bagaimana perasaan binatang tersebut, sama halnya dengan manusia.
"Binatang akan melayani manusia dengan baik, apabila mereka diperlakukan dengan penuh perhatian"

Kembali lagi ke buku Black Beauty, dimana isi ceritanya dikemas dengan penuturan yang teratur dengan dilengkapi pengambaran masing-masing karakter dan suasana yang jelas. Dalam setiap cerita yang disajikan selalu tertuju kepada pesan untuk terus selalu berusaha bersikap baik kepada makhluk hidup manapun selagi kita masih bisa melakukannya, disamping mengetahui mengenai dunia kuda, baik tentang aktivitas, perilaku, intuisi, bahkan perasaannya.
"Tak mungkin ada agama tanpa cinta, dan orang bisa membual sebanyak mungkin tentang agama mereka, tetapi jika itu tidak mengajari mereka agar baik dan ramah kepada manusia dan binatang, agama itu palsu, dan tidak akan bertahan jika semua hal ternyata terbalik." - John Manly (hal 83)

Semoga kalian bisa berkesempatan membaca ceritanya secara lengkap dan selalu berusaha membangun kesejahteraan hewan dengan baik 😊
Share:

December 2, 2017

Pelatihan Bersama Google

Ini cerita udah lalu sebenernya, tapi sayang kalo ga cinta di share.
Cerita wisuda juga ku skip aja deh ya udah beberapa bulan lalu.

Berhubung waktu luang saya bertambah karena belum adanya kegiatan rutin dan serius, saya sering cari-cari info events yang bisa diikuti, seperti Talkshow, Pelatihan, Volunteer, atau kadang suka cari info lomba buat sekedar iseng aja.

Nah, berawal dari bunyi notifikasi grup Line angkatan, yang kebanyakan isinya job hunters semua. Dari sana ada yang berbagi info mengenai pelatihan digital yang diadakan oleh Google. Yap, Google mesin pencari yang udah punya nama di kancah dunia. Siapa coba hari gini yang gatau mbah Google. Saat kita kesusahan pasti minta bantuan kepada mbah Google, udah gratis (modal internet aja), siap sedia dimana pun dan kapan pun.

Jadi, karena itu saya ga mau menyianyiakan kesempatan tersebut.

Pelatihan yang diadakan oleh Google ini terdiri dari beberapa kelas yang bisa diikuti, yaitu Siap Digital, Handal Digital, dan Kelas Berbagi. Pelaksanaannya pun dalam selang waktu yang lumayan cukup lama. Saya sendiri baru mengikuti kelas Siap Digital saja, yang lainnya masih menunggu waktu pelaksanaan tiba.


FYI, ternyata pelatihan tersebut telah dilaksanakan di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Medan, Pontianak, Malang, dan Makassar. Selain itu, pelaksanaan yang saya ikuti merupakan kelas ke 21 di Bandung dan pesertanya pun terbilang lumayan, itupun belum dengan jumlah peserta di kota lain, sehingga untuk kali ini sementara jumlah orang dibatasi melihat kenyamanan peserta dan fasilitator juga.

Acara ini sendiri merupakan program Gapura (Gerakan Pelatihan Usaha Rakyat) Digital dari Google Indonesia, yang berkomitmen untuk membantu para pelaku UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di Indonesia.


Namun, yang dapat mengikuti kelas tersebut tidak terbatas hanya untuk para pelaku usaha saja, bagi kamu yang baru mau memulai bisnis sendiri juga bisa, seperti saya 😁

Jujur, setelah mengikuti kelas tersebut jadi menambah semangat untuk memulai usaha sendiri, dengan mendengar cerita para peserta yang sudah terjun berbisnis serta sang pemateri. Sebenarnya acara tersebut bukan fokus pada pengajaran cara berbisnis, tetapi untuk mengenal lebih dalam bagaimana membangun usaha melalui dunia digital.


Umumnya, pelaku usaha yang telah masuk dunia digital (online) lebih berkembang dibandingkan dengan pelaku usaha yang hanya memasarkan secara offline, kira-kira bisnis online dapat meningkat sekitar 80%. Kemudian, seperti yang diketahui, zaman sekarang hampir semua orang telah mengenal dunia digital (internet) dan menggunakannya, atau lebih detailnya ada sekitar 100 juta pengguna internet di Indonesia, dan sekitar 82% orang mencari informasi mengenai toko/sejenisnya. Melihat hal-hal tersebut, tentu peluang itu bisa kita manfaatkan, seperti dalam membangun suatu usaha/bisnis.

Kelas Siap Digital sendiri ini terdiri atas 4 materi yang dilaksanakan selama 2 hari (untuk Bandung dilaksanakan di Eduplex), diantaranya: Panduan Dunia Digital, Google untuk Bisnismu, Tips Website Efektif, dan Dasar-Dasar SEO & SEM. Tentunya dengan fasilitator (pemateri) yang berbeda-beda tiap materinya dan ahli dalam bidangnya masing-masing.

Panduan Dunia Digital sendiri berisi tentang pengenalan dasar mengenai dunia digital, seperti peran dunia digital, keuntungan bisnis 'go online', pilihan-pilihan rumah bisnis untuk 'go online' (media sosial, e-commerce, website, dll.), serta bagaimana langkah membangun rumah bisnis online.  

Pada kelas Google untuk Bisnismu diperkenalkan dengan berbagai produk Google yang bisa digunakan dalam membangun bisnis online (Google Bisnisku, Youtube, Google Mitra, AdWords Express, Google Trends, dll.) dengan pemahaman serta praktik bagaimana membuat dan memanfaatkannya dengan baik.


Tips Website Efektif sendiri berisi panduan dalam membuat website bisnis atau bahan evaluasi pengembangan website yang telah dimiliki. Beberapa diantaranya memahami pentingnya memiliki website yang efektif untuk bisnis, cara kerja website dan sistemnya, kriteria website bisnis yang efektif, serta memahami hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat website.


Dasar-Dasar SEO & SEM, berisi bagaimana memahami peran mesin pencari dalam meningkatkan performa bisnis, mengenal dasar-dasar SEO (pengembangan, cara optimalisasi, analisa performa) dan SEM (kegunaan, cara bekerja, pemilihan kata kunci/keyword, membuat iklan yang menarik). SEO (Search Engine Optimation) berfungsi membantu promosi dalam hasil pencarian tak berbayar (organik) dan mengoptimalisasikan di mesin pencari, sedangkan SEM (Search Engine Marketing) memungkinkan untuk membeli ruang/tempat beriklan berbayar dari hasil pencarian (bagi yang butuh proses instan).

Proses pelatihannya pun cukup menarik, tidak hanya sekedar berbagi materi saja tetapi langsung diajarkan praktiknya sendiri. Sehingga, prosesnya sendiri tidak hanya satu arah, melainkan dua arah (saling sharing ilmu dan pengalaman masing-masing). Saya berharap ke depannya bisa mengikuti kelas lanjutan program Gapura Digital dan juga bisa secepatnya terjun membangun bisnis online.

Satu lagi, terima kasih Google telah mengadakan acara seperti ini. Sering-sering ya, apalagi yang gratis huahahaha ✌


***
Share:

November 19, 2017

Liburan Jaman Now

Jaman Now.
Kosa kata tersebut merupakan perumpamaan untuk menunjukkan adanya suatu hal yang sedang trending saat ini. Sama halnya kaya kekinian, menurut KBBI artinya keadaan kini/sekarang. Bicara mengenai KBBI penulisan kata jaman now itu salah karena mencampurkan bahasa asing (Inggris) dengan bahasa Indonesia. Selain itu, kata "jaman" tidak sesuai dengan EYD yang seharusnya "zaman". Penggunaan kata slang (gaul) ini juga menjadi viral yang pada awalnya dari kalimat kids jaman now untuk menunjukkan sikap nyeleneh anak jaman sekarang.

Sejak viral-nya kosa kata tersebut, sekarang apapun sering digabungkan dengan "jaman now", contohnya kue jaman now, pacar jaman now, liburan jaman now, dan sebagainya.


Nah dalam postingan ini, tentang liburan jaman now atau seharusnya liburan zaman now, sebenernya tentang cerita saya waktu main ke tempat wisata yang menurut saya ya baru ada di zaman sekarang karena adanya pengaruh perkembangan zaman dan trending saat ini.

Jadi beberapa minggu yang lalu, udah lumayan lama sebenernya, saya berkesempatan main ke tempat wisata di Bandung yaitu The Lodge Maribaya dan Amazing Art World di Bandung. Tempat ini pun memang sudah terkenal dari sejak lama, namun saya baru berkesempatan main kesana baru-baru ini saja, berbeda dengan yang lain dimana langsung melihat/mengunjungi apa yang sedang trending dan baru. Sebenernya juga ini bukan main semata dan disengaja tapi tujuan utamanya membantu saudara. Umumnya, kedua tempat wisata tersebut merupakan tempat destinasi untuk berfoto. Nah inilah yang membuat saya menamainya liburan zaman now, karena saat ini trending-nya pasti apapun itu harus didokumentasikan, seperti halnya mau makan, makanannya difoto dulu, mau minum difoto dulu, mau olahraga difoto dulu, dll.

Hal ini memang sudah lumrah sekarang, saya pun terkadang pernah melakukannya. Wajar juga saat berpergian/liburan suka berfoto. Tapi kalau memang tempat destinasinya hanya untuk berfoto saja terasa ada yang kurang menurut pendapat pribadi, karena saya lebih menyukai hal-hal yang benar benar merasa liburan bukan hanya sekedar berfoto. Namun, saya pun tidak terlalu kecewa dengan pergi ke tempat wisata tersebut, bahkan berpikir ternyata foto sekarang bisa jadi ladang pekerjaan ya. Sudahlah lebih baik saya coba review deh per tempat ya.

The Lodge Maribaya

Tempat ini sendiri lebih fokus kepada tempat camping di Bandung dengan lingkungan alam dekat dengan Hutan Pinus dan Curug Maribaya. Selain itu kondisinya pun cukup sejuk dengan disuguhi berbagai pemandangan alami. Biaya masuknya sendiri sekitar Rp 20.000. Kemudian disana ada beberapa permainan/wahana dan langsung akan difoto oleh fotografer profesional yang akan mengarahkan dengan berlatar belakang hutan pinus yang cantik. Biayanya sendiri dari 10-20 ribu rupiah.

Wahana tersebut diantaranya Hot Air Balloon (wahana bagi yang ingin merasakan naik balon udara dan tentunya hanya diam ditempat karena hanya sebagai spot foto semata), Gantole atau Paralayang (cocok bagi yang menyukai olahraga ekstrim dan diam ditempat juga), Sky Swing (wahana ayunan biasa yang dibuat seolah-olah berada di ketinggian tepi tebing di atas bukit. Wahana ini sendiri ada dua macam, untuk 1 orang dan 2 orang), Sky Tree (bagi yang ingin merasakan rumah pohon tapi tempatnya tidak seperti rumah, hanya sebatas lahan untuk bersantai semata diatas pohon), Bamboo Sky (wahana ini hampir sama dengan Sky Tree, perbedaannya pada media yang digunakan), dan Sky Bike/Zip Bike (wahana naik sepeda di atas tali dengan adanya semacam jurang di bawah).

Tentunya beberapa wahana tersebut hanya sekedar untuk spot foto semata. Namun, meskipun demikian, tentunya pengunjung diberikan alat pengaman seperti helm dan tali pengaman. Selain beberapa wahana tersebut, The Lodge Maribaya menyediakan tempat camping, playground dan outdoor, serta tempat wedding.

Kebetulan saat kesana saya hanya menaiki satu wahana saja yaitu Sky Bike atau Zip Bike. Awalnya perkiraan saya akan jalan sampai ujung tali berakhir, tetapi ternyata hanya setengah jalan (tempat untuk mengambil foto). Namun, meskipun setengah jalan cukup bisa memacu adrenalin karena beberapa pengunjung ada yang berteriak ketakutan meskipun sudah dilengkapi pengaman.

A post shared by Hanna Ridha Utami (@hannardh) on
Oh iya, fotonya sendiri nanti bisa dilihat dan dipilih sendiri di tempat khusus dan bisa langsung diambil dalam bentuk softfile yang nanti di transfer ke handphone masing-masing. Tentu ada biaya tambahannya sebesar Rp 50.000/foto. Lumayan yaaa.

Amazing Art World

Tempat ini adalah sebuah Museum 3D Art di Bandung (Indonesia) yang didirikan oleh perusahaan Korea dan merupakan terbesar di dunia. Banyak sekali spot foto yang bisa digunakan di sini dan terbagi atas beberapa zona. Spot fotonya sendiri dilukis oleh tenaga profesional dengan menggunakan cat khusus. Tiket masuknya sendiri sekarang tidak terlalu mahal dari harga awal saat pertama dibuka, untuk umum Rp 75.000 (weekdays) dan Rp 95.000 (weekend), sedangkan untuk pelajar Rp 60.000 (weekdays) dan Rp 80.000 (weekend), bisa juga untuk rombongan/grup.

Nah gambar 3 dimensi (3D) ini identik dengan gambar yang seolah-olah hidup, sehingga akan sulit untuk membuatnya nyata. Tetapi jangan khawatir dengan bagaimana caranya mengambil foto dengan tepat, karena ada petunjuknya masing-masing di setiap gambar. Tempatnya pun sangat luas, sehingga harus menyiapkan stamina yang cukup jika ingin mencoba semuanya dan akan merasa puas. Saat ini telah ada 6 galeri, 13 zona (tema), dan 150 spot foto. Beberapa zona tersebut diantaranya:

Aqua Zone

Dinosaurs Zone

Animal Zone

World Famous Painting Zone

Roma Italia Zone

Daily Zone, tempat dimana bisa melakukan kegiatan sehari-hari atau kebudayaan berbeda yang ada tanpa takut salah dalam melakukannya.

Video Art Zone, di sini tempat untuk melihat lukisan di dunia (masterpiece) dalam bentuk video yang menarik, sehingga serasa masuk ke dalam imajinasi sang seniman.

Horror Zone, bagian ini disediakan spot foto dalam kondisi gelap dan bersuasana mistis dengan adanya lukisan-lukisan yang menyeramkan. Disini saya tidak sempat foto karena rasanya serem aja bener-bener horror, dan lagi saat itu sepi karena pengunjung lain udah duluan ke zona selanjutnya.

Main Hall, merupakan tempat terluas dan berisi spot foto dengan tema alam, mesir, dan fantasi.

Black Art Zone, ruang gelap dengan lukisan menyala seperti suasana hutan di film Avatar. Ini pun kondisinya gelap banget karena untuk menunjukkan adanya cahaya dari masing-masing lukisan.

Fantasy Zone

Love Zone, merupakan tempat spot foto yang romantis dan cocok untuk berfoto bersama pasangan. Sebenernya tidak harus bersama pasangan kekasih, sama mantan juga boleh. Eh maksudnya bisa buat foto sendiri juga, karena di beberapa lukisannya sendiri ada gambar seseorang yang seolah-olah pasangan kita.

Winter & Space Zone

Buanyaaaaak banget kan? Namanya juga Museum 3D Art terbesar di dunia. Oh iya untuk menikmati itu semua disarankan datang saat weekdays agar tidak terlalu ramai dan mengantri untuk mengambil foto. Selain itu datang dari saat awal dibuka agar bisa mencoba semua spot fotonya.

Oke, dari dua tempat tersebut kalian tertarik ga buat datang dan mencobanya sendiri dan merasakan liburan jaman now? Cuss menabung dari sekarang dan ajak Teman, Keluarga, Pacar, Gebetan, Mantan Pacar, Mantan Gebetan, Saya, Pak RT, Tetangga, Orang Lewat, Orang Asing, Orang baru dikenal, pokoknya siapapun deh yang bisa diajak seru-seruan dan nyaman biar liburannya ga ngebosenin. Bentar lagi kan musim liburan datang 😎
Share:

November 11, 2017

Berani Ga Lepas Gadget?

Dear pembaca blog..
Pernahkah kalian coba buat lepas dari gadget?
Seminggu aja.. Eh ga yakin pada bisa, sehari deh coba, kalo lolos terus dua hari, dst.


Hasilnya mengagumkan loh.
Saya kemarin-kemarin coba seminggu lepas dari gadget. Bukan sengaja sih tapi karena gadget yang tiba-tiba error gara-gara upgrade os android.

Awalnya sih emang agak gimana gitu ya.. kerena takut ketinggalan info penting, yang nyatanya ga ada sih paling yang ada butuhnya aja ups. Tapi lama kelamaan terbiasa. Alhasil akibat lepas dari gadget itu, bisa jadi lebih produktif. Produktif dalam bidang apapun, entah pekerjaan rumah, berkarya akan hobi, membantu & bermanfaat bagi orang lain, dsb. Meskipun memang belum maksimal. Tapi setidaknya sudah memulai, karena banyak orang bilang "susah untuk memulainya". Kalo kata bang bena (blogger, youtuber, co-founder ivg/creative content creator) "JUST FREAKIN' START"

Sebelumnya saya juga pernah sih lepas gadget sehari, alasannya lagi-lagi karena masalah yaitu ketinggalan waktu pas ngampus. Itu seharian bener-bener berusaha banget buat ngobrol bareng yang lain, meskipun ya temennya asik sendiri sama gadget masing-masing. Tapi saat di perjalanan 1-2 orang ada yang mengajak ngobrol, meskipun umumnya yang sudah berusia (bukan millennials). Meskipun bahasannya ya cuma basa basi tapi ya enjoy aja, kaya jadi manusia seutuhnya (makhluk sosial). Masalah memang selalu bisa membawa hikmah.

Kemudian beberapa minggu yang lalu, saat mengikuti pelatihan ada salah satu narasumber membandingkan antara generasi millennials (gen Y & gen Z) dan gen X. Kelebihannya generasi millennials punya bakat multitasking, sedangkan gen X tidak, karena tidak terbiasa dan sulit, contohnya kaya lagi belajar bisa sambil dengerin musik lah, makan lah, dll.

Nah Bapak itu (narasumber) bilang zaman sekarang memang harus mengikuti teknologi kalo engga ya kita ketinggalan, tapi jangan sampai kecanduan. Terus Bapaknya cerita pengalamannya kalo dulu dia pernah kecanduan sama smartphone, selalu aja pengen tau ada berita apa di media sosial atau chat apps. Kemudian dia ditegur sama istrinya dan dia coba buat hilangin kecanduannya itu dengan menyerahkan smartphone-nya ke istrinya. Kalo ada kabar penting ya istrinya yang ngasih tau. Terus sekarang-sekarang udah ga terlalu kecanduan. Kalo handphone anaknya rusak dia cuek aja dibiarin untuk ga terlalu sering main gadget.

Ada loh penyakit kecanduan gadget, internet dan sejenisnya. Tepatnya di China ada semacam tempat rehabilitasi khusus buat yang kecanduan internet. Tapi proses penyembuhannya tuh memang agak ekstrim dan kejam ala militer, yang mengakibatkan pasiennya ga kuat menjalani dan akhirnya bisa aja melakukan bunuh diri. Cerita ini berhasil di buat film dokumenter 'Web Junkie'. Film ini menyatakan bahwa China merupakan negara pertama yang menyadari jika kecanduan bermain internet adalah salah satu gangguan klinis.

  "Most of us don't think we have internet addiction"
"Sebagian besar dari kita tidak menyadari/berpikir memiliki kecanduan internet"

salah satu scene di film Web Junkie

Bagus sih, tapi serem juga kalo sampai ada yang bunuh diri.
Ga kebayang masa depan gimana kalo teknologi ga dimanfaatin sebaik-baiknya dan tidak berlebihan. Saya berharap kita bisa tetap menerima kemajuan teknologi yang bisa memudahkan segala sesuatu, tetapi tidak membuat menjadi malas dan menjadi kecanduan yang hanya akan merugikan diri sendiri.

So, kalian berani ga lepas gadget? Tepatnya bisa ga?

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih ☺
Share:

October 1, 2017

Lakukan Ini Jika Ingin Cerdas Sekaligus Sehat

Sudah memasuki bulan Oktober saja, waktu terasa cepat berlalu. Di bulan ini banyak kegiatan yang bisa bermanfaat bagi kita, selain bisa bertemu dan belajar banyak dengan orang baru ataupun melakukan sesuatu yang baru. Ada salah satu kegiatan yang bisa diikuti yaitu Hari Ayam dan Telur Nasional yang diperingati pada tanggal 15 Oktober dan merupakan bagian dari World Egg Day (diperingati pada hari Jum'at di minggu kedua bulan Oktober dimana tahun ini jatuh pada tanggal 13 Oktober).

Saya yakin masih banyak yang tidak tau ternyata ada hari peringatan Ayam dan Telur. Tentu hal ini juga sudah dibudayakan di kampus saya, dengan cara membagikan telur dan olahan daging ayam secara gratis kepada masyarakat dan civitas akademika yang berada di sekitar lingkungan kampus. Tujuannya yaitu untuk mensosialisasikan agar rutin/membiasakan konsumsi telur dan daging ayam. Pasalnya meski mudah sekali didapat, ternyata jumlah masyarakat Indonesia yang mengkonsumsinya bisa dikatakan masih rendah.

Mengapa demikian? Mungkinkah karena harganya yang masih cukup tinggi, sehingga masyarakat masih belum rutin mengkonsumsi telur dan daging ayam? Bukan teman-teman, ternyata jika dibandingkan dengan harga rokok 1 batang nilai harganya sama dengan 1 butir telur ayam. Tetapi, rata-rata masyarakat Indonesia hanya mengkonsumsi 1 telur setiap 3 hari, sedangkan kebanyakan mengkonsumsi 3 batang rokok dalam 1 hari. Padahal jelas-jelas lebih tidak sehat konsumsi rokok. Jadi, faktor utama bukan karena daya beli, tetapi karena pola pilihan belanja masyarakat yang tidak mementingkan pada kesehatan dan kecerdasan, serta kurangnya pemahaman dan kesadaran terhadap kebutuhan gizi.

Disamping itu, banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari mengkonsumsi telur dan daging ayam, diantaranya menjaga kesehatan tulang, gigi dan mata, mencegah kanker dan serangan jantung, pembentukan otot, meningkatkan kekebalan tubuh, memperlancar metabolisme. Paling menarik adalah telur mengandung kolin (choline - bahan kimia organik sebagai vitamin B), untuk membuat fungsi semua sel tubuh normal, termasuk yang dibutuhkan untuk metabolisme, fungsi otak dan saraf, memori, dan pengangkutan nutrisi melalui tubuh. Kolin juga membantu mencegah cacat lahir, serta membantu mempromosikan perkembangan otak dan ingatan pada bayi dan melindungi dari serangan jantung.
 
sumber: terapikecerdasan123.wordpress.com


Tidak hanya itu, banyak juga kandungan vitamin, mineral dan zat gizi penting yang bisa berguna bagi kesehatan tubuh manusia, terutama otak. Telur pun dapat menyediakan/menghasilkan energi untuk beraktivitas. Bagi kamu yang ingin turun berat badan pun bisa dengan konsumsi telur. Hal ini dikarenakan protein hewani berkualitas tinggi dalam telur membantu merasa kenyang lebih lama dan tetap bersemangat, dimana bisa mempertahankan berat badan yang sehat.

Nilai tambahnya lagi, telur merupakan makanan dengan harga protein termurah. Coba deh lihat perbadingan harga dan jumlah proteinnya dengan jenis makanan lain.

sumber: pisarindonesia.com

See? Telur dan daging ayam paling unggul dibanding makanan lainnya dan merupakan dua makanan yang mengandung protein hewani selain ikan, susu dan daging sapi. Protein telur ini memiliki campuran yang tepat dari asam amino esensial yang dibutuhkan manusia untuk membangun jaringan dan merupakan nutrisi unggul setelah susu ibu untuk manusia.

Tetapi, banyak juga isu bertebaran bahwa telur memiliki kolesterol yang tinggi dan akan menyebabkan munculnya bisul. Sebenarnya yang benar adalah telur memang memiliki kandungan kolesterol, tapi bukan kolesterol jahat namun sebaliknya, sehingga tidak akan berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, munculnya bisul akibat konsumsi telur hanya akan dialami oleh sebagian orang saja yang memiliki alergi dengan telur.

Isu tersebut tidak hanya pada telur, isu pada daging ayam pun ada, seperti pada ayam Broiler (negeri). Ternyata masih ada yang enggan mengkonsumsi daging ayam karena beranggapan dalam masa pemeliharaannya disuntik dengan hormon pertumbuhan sehingga ayam cepat besar. Sebenarnya penggunaan hormon tersebut sudah sangat lama dilarang untuk digunakan di Indonesia karena berbahaya dan perlu pemahaman yang tinggi dalam penggunaannya. Lalu, jika dilihat dari peternak rakyat (kecil) tentu pemberian hormon ini mustahil dilakukan. Pasalnya untuk mendapatkan hormon itu harus ditukar dengan nilai yang sangat tinggi (1 dosis/untuk sekali suntik mencapai Rp 65.000). Jadi, para peternak biasanya lebih percaya dan mensiasatinya dengan membuat formulasi pakan yang akan digunakan untuk meningkatkan pertumbuhannya.

Sekedar informasi, sebenarnya pertumbuhan ayam broiler yang cepat ini disebabkan adanya rekayasa/perbaikan genetika dengan melakukan proses persilangan beberapa kali dan sudah sangat lama hingga bisa menghasilkan ayam yang berproduksi tinggi. Tentunya dengan biaya pemeliharaan yang minim dan waktu yang cepat. Coba deh lihat perbandingannya nih.

Cukup ga nih infonya buat memotivasi kalian rutin konsumsi telur dan daging ayam?
Kondisi anak kost gimana? Nih kalian bisa juga makan mie tapi jangan lupa pakai telur yaaa! Masih bisa sehat kok dan cerdas tentunya, ditambah jangan lupa belajar yang rajin. Lebih baik nasi dengan telur sih tapi, sama roti juga bisa :)

So, ayo peringati Hari Ayam dan Telur Nasional serta World Egg Day dengan memulai rutin konsumsi telur dan daging ayam. Usahakan terus dilakukan ya, jangan hanya karena hari-hari tertentu saja.

Senang rasanya bisa berbagi ilmu dan informasi berguna, because sharing is caring. 
Semoga bermanfaat and see yaa!



Referensi:
http://pinsarindonesia.com
http://thinkegg.com
Share:

August 12, 2017

Aku, Gue, dan Saya #2

Hi guys!
Long time no write ha ha ha. Sorry.

Sebelumnya jujur nih cerita dulu, saya sibuk nulis juga sih di dunia nyata, nulis skripsi😜 maklum tingat akhir dan semoga bisa lanjut nulis tesis. But, alhamdulillah skripsi sudah selesai sejak lama dan beralih menjadi pengangguran sementara karena lagi sibuk cari kerja. Alhasil saya mengumpulkan niat kembali dalam menjalankan hobi saya yang sempat tertinggal. Selain itu, saya juga iseng buat usaha gambar karena lagi banyaknya yang butuh hadiah buat kerabat yang sidang atau wisuda, tapi buat tujuan lain juga ada. Tapi itu cuma iseng sih, iya iseng kalo ada yang berminat karena saya ga mempromosikan secara luas dan besar. Padahal niat awalnya cuma buat bikin hadiah dari pribadi buat kerabat aja.

Oke cukup ceritanya.

Nah akhir-akhir ini saya suka baca tulisan-tulisan, ya selain komik online. Kemudian datanglah satu buku menghampiri ku dan berguman "Hanna, bacalah!" bak malaikat. NO! Ga gitu deng ceritanya, buku ini hasil pinjeman dari perpustakaan sih, ibu saya yang baca dan bilang kalo tulisannya bagus.

Kemudian saya menghampiri, dan membaca dengan seksama dimulai dari judulnya Inspiring Words for Writes oleh Mohammad Fauzil Adhim, "Hmm.. menarik" gumamku. Tapi, menurut pepatah "Don't judge a book by it's cover" Yap, jangan menilai buku dari sampulnya saja. Ku buka halaman demi halaman dan tiba-tiba... pikiran ku terbuka dengan lebar dan penuh cahaya yang masuk. Mungkin karena saya baca di luar saat siang hari dengan matahari yang sangat terik.

Di salah satu halaman di bagian sharpen your words, change your world (hal 91). Disitu dijelaskan mengenai penggunaan kata engkau, anda, aku, dan saya dengan mengambil contoh untuk mengganti judul bukunya sendiri yang lain.


Kemudian ku bergumam kembali "Wah iya juga, apakah saya salah dalam mengemukakan pendapat/pandangan saya tentang hal tersebut sebelumnya? Hm, menarik.."

Buat yang belum baca yang sebelumnya bisa baca dulu di sini, iya di sini 😁

Tapi saya kemudian berpikir kembali, antara pendapat beliau dengan saya sebenarnya tidak ada yang salah, keduanya benar. Yap kita bebas berpendapat guys atas dasar teori dan pengalaman yang dimiliki masing-masing. Sebelumnya saya juga menyatakan bahwa penggunaan kata ganti panggilan untuk diri sendiri itu tergantung dari masing-masing individu berdasarkan kenyamanan dalam penggunaan katanya.

Untuk di buku tersebut menyatakan bahwa penggunaan kata tersebut lebih ditujukan dalam sebuah karya tulis dan "sangat tergantung bagaimana merangkainya dengan kata-kata lain, meskipun secara etika menurut teori ada yang lebih sopan dibandingkan dengan kata ganti lainnya".

Kemudian di halaman selanjutnya beliau memberikan tips untuk bisa menggunakan kata yang tepat dalam sebuah karya tulis untuk merangkai kata-katanya. Ya icuuu..


So, setelah membaca tulisan tersebut selain saya mendapatkan alasan penggunaan kata ganti terhadap diri sendiri adalah kenyaman, yang kedua juga adalah tergantung rangkaian kata-kata yang diciptakan untuk membangun konsep yang sesuai tulisannya, seperti yang diungkapkan oleh salah satu pembaca saya di postingan sebelumnya ini 😊


Oh iya tulisan ini tujuannya bukan review buku secara keseluruhan ya. Tapi mungkin itu nanti akan ditulis di postingan selanjutnya, karena bukunya sangat menginspirasi, terutama untuk yang ingin menjadi penulis. Tunggu saja ya, semoga masih ada para pembaca setia blog ini dan ada yang setia untuk menjadi teman hidup saya yang tidak seberapa ini ehe ehe, dan terima kasih juga buat kalian yang masih suka mampir meskipun belum ada postingan baru dalam waktu yang sangat lama. Sejujurnya masih ada beberapa cerita juga yang pengen saya sampaikan, terutama tentang kehidupan saya hehe. Tunggu tanggal mainnya saja.


But, thank you so much,

Hanna Ridha
Share: