June 5, 2016

Petualangan Pencuri Kelas Atas dan Sang Amatir

"Being Bad is The New Thing!"

Menjadi buruk adalah suatu hal yang baru. Mungkin begitulah ungkapan yang pantas dari Bunny Manders dalam menggambarkan kondisinya saat ini.

Bunny merupakan panggilan dekat salah satu tokoh dalam cerita novel "The Amateur Cracksman - Petualangan Pencuri Kelas Atas" karya dari E.W. Hornung. Namun secara keseluruhan buku ini menceritakan kegelisahannya mengikuti jejak temannya yaitu A.J. Raffles dengan diawali rasa keterpaksaan.



Buku ini akan mengingatkan kita kepada sosok sang legenda Sherlock Holmes dan sahabatnya Dr. Watson. Perbedaannya mereka merupakan tokoh penegak hukum dan keadilan, sedangkan A.J Raffles dan Bunny justru sebaliknya. Ia diburu pihak berwajib, dan musuh-musuhnya bermunculan dari dunia hitam. Terutama sesama pencuri atau perampok keji yang mengincar mangsa sama. Namun, selalu dikalahkan oleh kecerdikan Raffles dengan pandangan bahwa ia berada disisi yang benar.

Kemunculan Bunny sendiri diawali dari keterpurukan kehidupannya yang dipenuhi dengan utang piutang dan berniat meminta pertolongan teman dekat di sekolahnya dulu A.J. Raffles. Entah suatu tindakan yang benar atau tidak. Pasalnya saat itu Raffles pun berada dalam keadaan yang sama dengannya terpuruk dalam dunia kemiskinan. Meskipun tidak terlihat dari penampilannya yang tenang dan santai.

Bunny bersedia melakukan apapun agar Raffles dapat membantunya dan menjauhkan dirinya dari semua hutangnya.

"Bahkan melakukan kejahatan?" tanya Raffles sambil tersenyum.
"Iya, bahkan melakukan kejahatan," tegas Bunny.

Sejak saat itulah petualangan dimulai. Meskipun janji Bunny tidak sepenuhnya diyakini oleh dirinya sendiri dan sering kali berdebat dengan teman dekatnya itu.

Perkaataan Raffles yang cukup membuat terkesan adalah perkataannya dengan mengaku mengutip perkataan Gilbert.
"Mengapa aku harus bekerja, jika aku bisa mencuri? Mengapa menjalani kehidupan yang membosankan, jika aku bisa merasakan kegairahan, semangat, bahaya, sekaligus menikmati hidup dengan layak. Tentu saja tindakanku sangat salah, tapi tidak semua orang bisa menjadi moralis dan sejak awal pembagian kekayaan di masyarakat sudah tidak adil. Lagi pula, kau tidak melakukannya sepanjang waktu ...... tapi kata-kata itu memang benar adanya."

Buku ini berisi beberapa cerita pendek tentang petualangannya bersama A.J. Raffles. Bahkan kisah pencuri yang mencoba mencuri dari pencuri lain dalam cerita "Pertunjukan Kostum". Keberadaan buku ini memang sudah cukup lama ada namun masih bisa membangkitkan minat membaca. E.W. Hornung pun telah banyak menerbitkan buku-buku lain dengan kelanjutan kisah tokoh yang sama, bahkan utuh dan lebih menegangkan. Mungkin lain kali saya coba menggalinya kembali.

Secara keseluruhan buku ini memiliki daya tarik dan membangun rasa penasaran pembaca dalam mengikuti setiap petualangan yang dilakukannya dari waktu ke waktu dengan cara yang tidak terduga. Namun, diakhir cerita kisah ini hampir cukup mengecewakan karena pasalnya mereka tertangkap dalam petualangan pencurian Hadiah dari Sang Kaisar. Selain itu perlu pemahaman yang teliti dan detail untuk mencerna setiap kalimat E.W. Hornung dalam mengakhiri cerita buatannya tersebut.

Tertarik mengetahui kisahnya?
Share:

2 comments:

  1. Aaaak kemaren hampir beli buku ini tapi gajadi gara-gara tertarik beberapa buku lain. Huehehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi kesimpulannya menyesal atau tidak?
      Karena kalimat tersebut sungguh ambigu..

      Delete

Hai! Salam kenal!
Terima kasih sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca. Ayo berkomentar juga! Komentar pembaca dapat sangat membantu saya menjadi lebih baik.