May 22, 2014

KSKDG 2014 FAPET UNPAD

Tanggal 17-18 Mei 2014 kemarin saya coba-coba hadir di acaranya Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran yaitu Kontes Seni Ketangkasan Domba Garut 2014 di Lapangan Merah PPBS UNPAD yang bekerja sama dengan DPD HPDKI (Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia) Jawa Barat.


Intinya sih pengen tau lebih jauh tentang Domba Garut ini, iya apalagi saya memang sedang menimba ilmu disana hehe. Setiap tahunnya kontes ini memang salah satu kegiatan rutin yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa FAPET UNPAD yaitu Paguyuban 30. Hal ini bermaksud agar dapat terus melestarikan budaya dan tradisi yang ada di Indonesia.

Domba yang ditandingkan pun terdiri dari kelas A, B, dan C. Pada hari pertama peserta sudah mencapai sekitar 300 ekor atau sebanyak 150 pasang yang hanya terdiri dari Domba kelas B dan C. Dilanjutkan dengan hari kedua kompetisi Domba kelas A dan B, serta pengumuman para pemenang, dengan setiap peserta memperebutkan piala rektor UNPAD, piala DPD HPDKI Jabar, dan beberapa pemenang dihadiahi seekor Sapi atau bibit Domba Garut, juga ada hadiah menarik lainnya. Jika seekor Domba itu berhasil memenangkan pertandingan, harga jual Domba-nya pun akan semakin tinggi.

Uniknya ada beberapa peserta dari satu pemilik peternakan mengirimkan 2-5 Domba-nya untuk ditandingkan. Ada pula seorang pelatih cilik, mungkin pelatih paling muda yang ikut bertanding. Ia pun terlihat sangat semangat untuk memberikan petunjuk atau perintah kapan seekor Dombanya maju untuk melawan pihak lawan.

Jika dilihat dari para penontonnya itu, tidak mengenal tua ataupun muda, laki-laki atau pun perempuan. Mereka semua seperti menikmati kegiatan pertandingan tersebut, dimana itu semua terlihat dengan tarian mereka yang diiringi oleh lagu dangdut (lagu khas Indonesia) dengan irama musiknya yang dibuat menjadi kesundaan. Biasanya yang menari itu merupakan pendukung dari si Domba yang sedang ditandingkan.

Selain itu, ada pula salah satu penonton yang berasal dari Afrika dan Papua Nugini dimana mereka sedang melanjutkan kuliah S-2nya di Fakultas Peternakan UNPAD. Tidak lupa juga banyak fotografer yang ingin mengabadikan momen ini.


Stand untuk para pedagang pun telah disediakan oleh para panitia entah itu untuk menjual pakaian adat, miniatur Domba Garut, serta makanan dan minuman. Oh iya ada juga juri yang menilai kompetisi ini.

Dalam kegiatan ini pun ada suatu kecelakaan dimana ada seekor Domba yang ‘mati’ akibat tidak sanggup bangkit kembali ketika diadukan dengan pihak lawan. Sungguh sangat disayangkan, dan kabarnya Domba tersebut langsung sesegera mungkin dijual oleh pemiliknya.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Hai! Terima kasih sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca. Ayo berkomentar juga, jangan jadi silent readers ya! Ga punya akun untuk komentar? Pilih/pakai anonymous aja! Komentar pembaca dapat sangat membantu saya menjadi lebih baik.