August 12, 2017

Aku, Gue, dan Saya #2

Hi guys!
Long time no write ha ha ha. Sorry.

Sebelumnya jujur nih cerita dulu, saya sibuk nulis juga sih di dunia nyata, nulis skripsi๐Ÿ˜œ maklum tingat akhir dan semoga bisa lanjut nulis tesis. But, alhamdulillah skripsi sudah selesai sejak lama dan beralih menjadi pengangguran sementara karena lagi sibuk cari kerja. Alhasil saya mengumpulkan niat kembali dalam menjalankan hobi saya yang sempat tertinggal. Selain itu, saya juga iseng buat usaha gambar karena lagi banyaknya yang butuh hadiah buat kerabat yang sidang atau wisuda, tapi buat tujuan lain juga ada. Tapi itu cuma iseng sih, iya iseng kalo ada yang berminat karena saya ga mempromosikan secara luas dan besar. Padahal niat awalnya cuma buat bikin hadiah dari pribadi buat kerabat aja.

Oke cukup ceritanya.

Nah akhir-akhir ini saya suka baca tulisan-tulisan, ya selain komik online. Kemudian datanglah satu buku menghampiri ku dan berguman "Hanna, bacalah!" bak malaikat. NO! Ga gitu deng ceritanya, buku ini hasil pinjeman dari perpustakaan sih, ibu saya yang baca dan bilang kalo tulisannya bagus.

Kemudian saya menghampiri, dan membaca dengan seksama dimulai dari judulnya Inspiring Words for Writes oleh Mohammad Fauzil Adhim, "Hmm.. menarik" gumamku. Tapi, menurut pepatah "Don't judge a book by it's cover" Yap, jangan menilai buku dari sampulnya saja. Ku buka halaman demi halaman dan tiba-tiba... pikiran ku terbuka dengan lebar dan penuh cahaya yang masuk. Mungkin karena saya baca di luar saat siang hari dengan matahari yang sangat terik.

Di salah satu halaman di bagian sharpen your words, change your world (hal 91). Disitu dijelaskan mengenai penggunaan kata engkau, anda, aku, dan saya dengan mengambil contoh untuk mengganti judul bukunya sendiri yang lain.


Kemudian ku bergumam kembali "Wah iya juga, apakah saya salah dalam mengemukakan pendapat/pandangan saya tentang hal tersebut sebelumnya? Hm, menarik.."

Buat yang belum baca yang sebelumnya bisa baca dulu di sini, iya di sini ๐Ÿ˜

Tapi saya kemudian berpikir kembali, antara pendapat beliau dengan saya sebenarnya tidak ada yang salah, keduanya benar. Yap kita bebas berpendapat guys atas dasar teori dan pengalaman yang dimiliki masing-masing. Sebelumnya saya juga menyatakan bahwa penggunaan kata ganti panggilan untuk diri sendiri itu tergantung dari masing-masing individu berdasarkan kenyamanan dalam penggunaan katanya.

Untuk di buku tersebut menyatakan bahwa penggunaan kata tersebut lebih ditujukan dalam sebuah karya tulis dan "sangat tergantung bagaimana merangkainya dengan kata-kata lain, meskipun secara etika menurut teori ada yang lebih sopan dibandingkan dengan kata ganti lainnya".

Kemudian di halaman selanjutnya beliau memberikan tips untuk bisa menggunakan kata yang tepat dalam sebuah karya tulis untuk merangkai kata-katanya. Ya icuuu..


So, setelah membaca tulisan tersebut selain saya mendapatkan alasan penggunaan kata ganti terhadap diri sendiri adalah kenyaman, yang kedua juga adalah tergantung rangkaian kata-kata yang diciptakan untuk membangun konsep yang sesuai tulisannya, seperti yang diungkapkan oleh salah satu pembaca saya di postingan sebelumnya ini ๐Ÿ˜Š


Oh iya tulisan ini tujuannya bukan review buku secara keseluruhan ya. Tapi mungkin itu nanti akan ditulis di postingan selanjutnya, karena bukunya sangat menginspirasi, terutama untuk yang ingin menjadi penulis. Tunggu saja ya, semoga masih ada para pembaca setia blog ini dan ada yang setia untuk menjadi teman hidup saya yang tidak seberapa ini ehe ehe, dan terima kasih juga buat kalian yang masih suka mampir meskipun belum ada postingan baru dalam waktu yang sangat lama. Sejujurnya masih ada beberapa cerita juga yang pengen saya sampaikan, terutama tentang kehidupan saya hehe. Tunggu tanggal mainnya saja.


But, thank you so much,

Hanna Ridha
Share:

2 comments:

  1. Diantara saat maghrib n isha tak sengaja ku buka fb n lari k blog ini, tak terasa kedua bidang dibawah mata ibu mu menetes n mengalir.....haru....
    bangga..
    .afwan baru nengok...blog my sweetgirl..teruslah nak...menulis...jadilah seorang literat...apapun profesimu...literasi kan membuatmu berubah ke arah yg lebih baik...kau tak tahu bahwa dbelakang mu support kan terus ada...inSyaaAllah seseorang kan segera menghampirimu n mengajak mu tuk bersama...aamiin YRA...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah
      Amin amin ya rabbal alamin :')

      Delete

Hai! Salam kenal!
Terima kasih sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca. Ayo berkomentar juga! Komentar pembaca dapat sangat membantu saya menjadi lebih baik.