September 6, 2014

Akibat Catatan Hati Mba Hana

Sudah beberapa bulan ini Indonesia digemparkan kembali dengan sinetron yang entah mana ujungnya. Belum tamat yang satu, udah muncul lagi aja yang baru. Jujur, saya ga terlalu suka sama yang namanya sinetron malah emang ga pernah nonton sih. Saya tau ketika saya berkumpul dengan keluarga, rasanya mereka tidak pernah mau ketinggalan satu episode pun.

Berdasarkan pengamatan saya, cerita CHSI ini emang lumayan bagus tapi tentunya pasti ada sisi positif dan negatifnya.

Sisi positifnya mengajarkan kesabaran (menahan emosi), menerima apa yang terjadi, atau bisa memecahkan masalah dengan kepala jernih. Selain itu lebih mendekatkan lagi kepada pencipta.

Sisi negatifnya kalo saya bilang makin kesini cuplikan perilaku jeleknya itu agak bertambah. Ya pandangan dari semua orang kan berbeda-beda, jadi bisa aja kalo yang niatnya jelek pasti cuman mau ngikutin cara jeleknya juga. Jadi, kalo saran saya, cuplikan perilaku jeleknya dikurangi deh

Nah, terus gara-gara sinetron ini nih, dimana-mana saya selalu disamakan dengan si Mba Hana ini. Berhubung nama kita samaan, ya jadinya gitu deh. Sebenarnya saya ga marah juga, soalnya dia juga punya sifat-sifat yang baik yang mungkin bisa saya ikuti. Selain kesamaan nama, kebiasaan seperti blogging dan golongan darah kami sama. Dan tidak banyak juga temen-temen yang curhat dan minta saran kebijakan Mba Hana dari saya. Sungguh aneh tapi nyata [...]


Tapi disisi lain pada akhirnya saya hanya meng-amin-kan yang baik dan menjauhkan yang buruk.

Kadang saya suka bertanya-tanya ini cuma kebetulan apa gimana atau ada sesuatu hal yang berhubungan antara blablablblablaa ?

Menurut kalian gimana?

***
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Hai! Terima kasih sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca. Ayo berkomentar juga, jangan jadi silent readers ya! Ga punya akun untuk komentar? Pilih/pakai anonymous aja! Komentar pembaca dapat sangat membantu saya menjadi lebih baik.