Hello 2k18!


Saya baru sadar sekarang udah beda tahun yap. Ga deng, pas malam tahun baru saya ikut berkumpul sama keluarga besar dan ditunjuk 'sebagai panitia tahun baru'. Ga ada ngisi formulir atau proses seleksi, langsung main tunjuk aja dia. Maklum saya perwakilan anak muda sekaligus keponakan dari anak paling besar. Hm. Ya acaranya ga jauh-jauh dari makan bersama sih. Ada makanan dikit, langsung BAKAAAR BAKAAAR!!! Kaya episode Spongebob zaman prasejarah (goes prehistoric) pas baru menemukan api. Abis itu kita semua pada rebutan api ( . . . )

Pas malam tahun baru masih asik. Tapi pas paginya kayanya masuk angin deh. Lemah!
Iya iya saya lemah karena udara, alergi lebih tepatnya, alhasil sakit sekitar semingguan..

Oh iya gimana kalo cerita tahun baru mu?

Saya bersyukur telah melewati 2017 dengan cukup baik. Ya setidaknya ada pencapaian yang bisa didapat. Beberapa diantaranya, udah mulai rutin olahraga tiap minggu, dan alhamdulillah target lulus tepat waktu tercapai. Eitss.. tapi jangan berbangga dulu. Memang banyak mahasiswa yang sangat berharap lulus dengan cepat, begitupun saya saat status masih mahasiswa. Tapi sebenarnya tantangan semakin besar, dari yang awalnya masih mahasiswa langsung dituntut menjadi dewasa dengan sangat cepat. Terus, kesananya lo mau ngapain?

Oke. Pastinya kamu harus memilih untuk melanjutkan hidup.

Dibenak pribadi banyak banget pilihan-pilihan yang ingin dicapai, tapi harus ambil mana dulu atau yang mana?
Disatu sisi pengen lanjut kuliah, tapi cari uang dulu lebih penting kayanya... Seorang teman berkata, dalam mencari pekerjaan suatu perusahaan lebih banyak melihat dari pengalamannya bukan pendidikan (ya ini juga penting sih). Nah kebingungan lain, terus cari uangnya pakai cara cari kerja di orang lain apa buat usaha sendiri (entrepreneur)? Yap semuanya terasa menggiurkan dengan resikonya masing-masing. Disamping itu, saya salut sama teman-teman yang udah bisa bangun usahanya sendiri, meskipun itu masih kecil tapi saya salut sama kalian bisa berani memulai. Terkadang saya juga sering tanya dan cari ilmu ke mereka. Sukses selalu by the way guys!

Sejujurnya pengen banget kerja sejalan dengan jurusan kuliah yang saya ambil, yang dituntut untuk bisa berwirausaha. Tapi....
Sial. Banyak 'tapi tapi' rasanya.

Ga heran banyak dosen yang bilang, "Kita tuh terlalu banyak belajar tentang resiko, sehingga sulit sekali untuk membangun suatu usaha sendiri. Padahal pangsa usahanya sangat besar."
Mahasiswa: "Wah iya juga yaaa."
Dosen:"Jangan kaya saya ya, ga berani bangun usaha.."
Mahasiswa: "( . . . . .)"

Disisi lain teman-teman seperjuangan sedikit demi sedikit udah pada pulang kampung ke kotanya masing-masing. Dapat pekerjaan baru atau mulai berkeluarga. Keluarga semakin sering bertanya tentang pekerjaan dan sejenisnya. Ya sebelum itu tentunya ditanya, gimana skripsnya? kapan lulus? kapan wisuda? Kalian juga pasti mengalami tentang tingkat pertanyaan ini. OH NO! Kayanya ini udah masuk ke Quarter Life Crisis deh.

Quarter Life Crisis (krisis hidup seperempat abad) itu suatu masa dimana seseorang mulai merasa ragu terhadap kehidupannya akibat mencapai tingkat kedewasaannya, dimana hal ini terjadi diantara umur 20-30an. Membuat seseorang mempertanyakan tujuan dan arah hidup yang sedang dijalani. Selain itu, semua orang pasti akan merasakannya dan mengalaminya. Ya kamu tidak sendiri. Tak jarang saya pun merasakan cemas berlebih. Tapi jangan sampai berlarut-larut. Mungkin ini memang suatu masa yang harus dilewati untuk bisa membuat kita menjadi seseorang yang lebih baik dalam menjalani kehidupan *nasihatin diri sendiri*.

Oh iya ada istilah lain lagi nih yang bisa membuat masa-masa itu semakin terpuruk, yaitu Mental Block. Itu adalah suatu hambatan mental atau psikologis yang menghalagi seseorang untuk mencapai tujuannya, atau seperti adanya suatu keraguan akan kemampuan kita akibat bisikan dari diri sendiri atau ucapan dari orang lain. Seperti halnya takut mencoba atau takut gagal yang disertai alasan logis, kaya "Saya ga yakin bisa, itu mustahil, dapet uang dari mana?".

Mungkin ada beberapa cara untuk mengurangi keraguan, seperti bisa dengan cara sharing dengan teman, keluarga atau orang terdekat, atau bisa juga meluapkannya ke dalam sebuah karya kaya sebuah tulisan ini biar lebih percaya diri :") atau just do it.

Nah di samping itu semua, untuk menjalani kehidupan di tahun baru ini sebenarnya perlu ga sih buat resolusi?
Sangat perlu! *ngomong ke diri sendiri lagi* Resolusi atau target sama halnya dengan harapan yang ingin kita capai ke depannya. Sekaligus bisa menjadi semangat dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan dan perjuangan. Buat resolusi dari harapan tahun sebelumnya? Ga masalah! Selama kalian yakin bisa mencapainya. Salah satu resolusi saya sebenernya selain melanjutkan hidup dengan baik, ingin mengubah tampilan blog ini sih karena alasan tertentu, tapi masih bingung karena di sisi lain saya udah nyaman sama tampilan ini (cieee nyaman). Simple. Kita lihat nanti saja, jika menemukan yang pas saya akan ubah tapi tetap simple, inginnya. Terus pengen lanjut mengembangkan bakat dan hobi-hobi yang sudah sangat lama tidak diasah. Rindu rasanya.

Oh iya sebagai tambahan motivasi, ada satu lirik lagu yang pas banget untuk dikaitkan dengan pembicaraan ini. Kebetulan saat saya mengetik tulisan ini sambil mendengarkan musik (anak 90an pasti tau).

Kalau kau kejar mimpimu, salut.
Kalau kau ingin berhenti? Ingat tuk mulai lagi!
Tetap semangat, dan teguhkan hati di setiap hari.
Seringkali mimpi tak terpenuhi.
(Letto - Sampai Nanti, Sampai Mati)

Satu lagi, terima kasih juga buat teman-teman yang selalu mendukung dan masih tetap mau membaca tulisan-tulisan saya yang random ini, meskipun masih belum konsisten. Jujur saya dulu ga suka menulis, iseng iseng. Ini niat buat tulisan pendek, kok jadinya malah lumayan panjang juga ya.. Sekian deh.

Hopefully 2018 will be a great year for us!
Juga tentunya saya cepat menemukan arah jalan kehidupan selanjutnya. Yosh!

6 komentar:

  1. Mataaav pizaan , isinya membangun sekali mbaa 😉😉😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah makasih ik!
      Alhamdulillah. Semoga bisa memberikan semangat tidak hanya untuk saya, tetapi untuk kita semua (para pembaca), aamiin.

      Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar btw :)

      Hapus
  2. setuju sih, kayaknya emang umur 20-30 emang agak-agak bimbang gitu. gue pribadi sih gitu. penasaran dengan masa depan, sekaligus takut juga. heheh
    kenapa enggak bikin resolusi yang lebih rinci gitu. hidup lebih baik kayaknya umum banget gitu. enggak ada yang salah dengan punya mimpi gitu deh.
    yg mental block, caranya ya harus diri sendiri sih ya yang bisa menyelesaikannya.
    klo engga deket'' banget mah, ya ga usah didengerin juga omongannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenernya bikin kok resolusi yang lebih rinci cuma disimpen sendiri aja, jadi disini saya buat lebih umum aja :)

      Yoi.
      Terima kasih sudah berkunjung btw!

      Hapus
  3. Wohooo! Semoga tahun ini jadi tahun yang seru ya Hanna! \(W)/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yosh!
      Aamiin, aamiin. Semoga deh ya.

      Tapi kalo pandangan hidup diambil dari sudut pandang yang tepat/berbeda memang bisa seru sih.

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.